Beranda > NeoKolonialisme > H5N1, Objek baru praktek Neokolonialisme

H5N1, Objek baru praktek Neokolonialisme

“Ternyata kapitalisme tidak hanya mengeksplorasi kekayaan alam negara sedang berkembang, tetapi juga mengeksploitasi kekayaan tubuh manusia dari bangsa-bangsa yang tidak berdaya. Mereka mengambil sel-sel tubuh kita, dan mengambil antibodi kita. Yang paling berbahaya, mereka telah mengambil sel-sel otak kita untuk direkayasa dengan cara berpikir mereka sehingga kita nurut saja apa perintahnya,” kata Menkes dalam sidang Inter-Govermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness, IGM-PIP. (kompas,30nov07)

Salut, inilah sosok seorang menteri yang berani memperjuangkan hak-hak yang bukan hanya masyarakat Indonesia tetapi juga negara-negara berkembang lainnya. Butuh keberanian luarbiasa untuk menghentikan pengiriman sampel virus H5N1 kepada WHO.

Penolakan yang memang didasari pada bukti adanya penyalahgunaan sampel virus. Oleh WHO, yang entah bagaimana caranya, strain virus Indonesia tsb sudah berada ditangan perusahaan farmasi yang kemudian melalui rekayasa teknologi dijadikan vaksin dan patennya menjadi milik si perusahaan. Vaksin ini akhirnya ditawarkan ke Indonesia dengan harga yang tinggi. Bahkan dikabarkan virus inipun berada di Laboratorium Nuklir Los Alamos Amerika.

Ada apa gerangan dengan H5N1???

Categories: NeoKolonialisme
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.