Beranda > Keluarga > Selamat Datang Nak!

Selamat Datang Nak!

Kejadiannya dimulai pada awal bulan puasa lalu, di pagi hari setelah sahur.

“Masse…masse, aku hamil,” kata istriku. Dengan rasa tak percaya aku perhatikan testpack yang dipegangnya. Testpack yang kami beli pada malam sebelumnya. Terbersit rasa senang, tetapi aku tetap berusaha menyembunyikannya. “Memangnya kalau hamil apa indikatornya?” begitu tanyaku.

“Kalau negatif stripnya hanya ada satu, sedangkan di testpack yang aku pegang ini ada dua strip,” jawab istriku.

“Bener nggak dua strip?” kataku penasaran sembari mengamati testpack yang digenggamnya. Jelas aku penasaran karena strip yang satunya tidak begitu terlihat.

“Iya bener,” sanggah istriku, “strip yang satunya memang tidak begitu terlihat, tapi ini beneran dua strip kok.”

“Tadi prosedurnya udah bener gak? jangan-jangan ada yang kelewatan. Besok beli testpack lagi aja biar tambah yakin” Bukan tanpa alasan kalau kali inipun masih ada kesangsian, kalau-kalau ini cuma mimpi. Soalnya istriku satu ini suka merasa hamil padahal sih gak, cuma karena doyan makan aja, jadi ya timbangannya naik sedikit lah. Jadi wajar dong kalau kali ini kegembiraan ditahan dulu sampai pengujian lebih lanjut.

Besoknya kamipun melakukan uji lab lagi dengan hasil dua strip, POSITIF. Duh senangnya hati ini. Ada ego yang tiba-tiba muncul menyeruak,”Ah kami sehat.” Tak perlu lagi menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul dari teman-teman, kapan punya anak?sudah periksa belum?ke dokter A aja atau tanya si anu dulu periksa dimana. Bukan karena terganggu dengan jenis pertanyaannya, tetapi kami bosan menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang.

Selamat datang Nak!

Categories: Keluarga
  1. istrimu
    1 Desember 2007 pukul 9:56 pm | #1

    ah, kronologisnya gak tepat seperti itu, ah….
    coba…diinget-inget lagiiii…..;)

  2. cleevo
    10 Desember 2007 pukul 1:05 pm | #2

    ha…ha…itukan bukan cerita tentang kita, tp orang lain :|

  1. Belum ada trackback.