Arsip

Archive for the ‘NeoKolonialisme’ Category

Mengenal Soekarno [1]

5 Desember 2007 cleevo 1 comment

“Kutitipkan Bangsa dan Negeri ini Padamu”

Itulah kalimat yang tertulis pada sebuah poster bergambar seorang pria gagah berpici sementara tangan kirinya memegang tongkat komando. Poster yang berada di rumah kakek saya di daerah yang terkenal sebagai pengusaha warungnya. Bisa dikatakan ini adalah pertemuan pertama saya dengan Soekarno, sosok proklamator dan presiden pertama RI.

Kenangan selanjutnya tentang beliau kebanyakan didapat dari buku-buku sejarah perjuangan di masa sekolah dan tidak sedikit pula berupa mitos-mitos dari mulut ke mulut. Tidak banyak pengetahuan tentang pemikiran-pemikiran beliau. Tetapi hingga saat itu cukup menjadi modal untuk membuatnya sebagai pahlawan idola.

Akan tetapi, ketika suatu saat film G30S/PKI diputar, semua hal baik dari beliau menjadi hilang. Gambaran yang tersisa adalah bahwa beliau merupakan pendukung PKI dan terlibat dalam aksi tersebut. Kesan ini berlanjut hingga bertahun-tahun kemudian. Setidaknya hingga beberapa tahun lalu saya akan merasa heran kalau ada orang yang mengidolakanya. Awalnya tidak aneh kalau yang mengidolakannya adalah orang-orang kebanyakan yang notabene lebih menonjolkan sisi mitosnya. Menjadi tidak biasa karena ternyata banyak orang terpelajarpun yang menjadikanya idola.

Hingga kira-kira dua tahun lalu, sebuah buku berjudul The Economic HitMan, ditulis oleh John Perkins menyadarkan saya. Bahwa visi seorang Soekarno tentang NeoKolonialisme benarlah adanya. Sebuah penjajahan atas suatu bangsa dalam bentuknya yang baru.

[bersambung]

NB: “Judul tulisan diatas sebenarnya adalah perkenalan penulis terhadap sosok soekarno. Pengetahuan si penulis sendiri sangat minim mengenai sosok beliau. Hal ini untuk menghindari ekspektasi yang berlebihan dari tulisan2 tersebut. Terimakasih

Categories: NeoKolonialisme

H5N1, Objek baru praktek Neokolonialisme

1 Desember 2007 cleevo Tinggalkan komentar

“Ternyata kapitalisme tidak hanya mengeksplorasi kekayaan alam negara sedang berkembang, tetapi juga mengeksploitasi kekayaan tubuh manusia dari bangsa-bangsa yang tidak berdaya. Mereka mengambil sel-sel tubuh kita, dan mengambil antibodi kita. Yang paling berbahaya, mereka telah mengambil sel-sel otak kita untuk direkayasa dengan cara berpikir mereka sehingga kita nurut saja apa perintahnya,” kata Menkes dalam sidang Inter-Govermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness, IGM-PIP. (kompas,30nov07)

Salut, inilah sosok seorang menteri yang berani memperjuangkan hak-hak yang bukan hanya masyarakat Indonesia tetapi juga negara-negara berkembang lainnya. Butuh keberanian luarbiasa untuk menghentikan pengiriman sampel virus H5N1 kepada WHO.

Penolakan yang memang didasari pada bukti adanya penyalahgunaan sampel virus. Oleh WHO, yang entah bagaimana caranya, strain virus Indonesia tsb sudah berada ditangan perusahaan farmasi yang kemudian melalui rekayasa teknologi dijadikan vaksin dan patennya menjadi milik si perusahaan. Vaksin ini akhirnya ditawarkan ke Indonesia dengan harga yang tinggi. Bahkan dikabarkan virus inipun berada di Laboratorium Nuklir Los Alamos Amerika.

Ada apa gerangan dengan H5N1???

Categories: NeoKolonialisme

Confession of an Economic Hit Man

26 April 2007 cleevo Tinggalkan komentar

Menguras habis kekayaan suatu negara lain melalui pengiriman armada perang adalah penjajahan dengan cara-cara kuno dan kasar serta mudah disadari oleh semua orang. Amerika Serikat, dengan Korporatokrasinya melalui perusahaan-perusahaan multinasional, lembaga-lembaga keuangan internasional mempraktekkan penjajahan dalam bentuknya yang baru, memeras habis kekayaan sebuah negara dengan cara memberikan hutang yang tidak akan terbayar bahkan jika seluruh aset negara dijual, tidak cukup untuk melunasinya.

Adalah John Perkins, seorang “ekonom” yang pernah berprofesi sebagai “Economic Hit Man” melalui bukunya “Confession of an Economic Hit Man” mencoba membeberkan ketamakan AS dan Korporatokrasinya, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya di masa lalu.

Economic Hit Man adalah orang-orang yang telah dibentuk Amerika dengan tugas memastikan pemberian hutang dalam jumlah yang sangat besar kepada sebuah negara target tidak akan dapat dibayarkan kembali, dengan kata lain negara target dibangkrutkan.

Indonesia adalah tugas yang pertama bagi John Perkins [th 1970-an]. Disini ia ditugaskan untuk menghitung prediksi pertumbuhan kebutuhan energi dalam beberapa tahun kedepan. Tentunya setelah digelembungkan sedemikian besarnya, mereka akan mengucurkan dana –hutang– dengan persyaratan kontrak jatuh ketangan perusahaan-perusahaan yang telah mereka tunjuk. Bisa anda bayangkan dana yang mereka transfer hanya berkutat dari washington ke wall street. Dan kita yang tidak pernah menerima uangnya diharuskan membayarnya tiap tahun ditambah bunga.

Equador, tugas yang kesekian bagi Perkins, adalah contoh korban yang lain bagaimana hutangnya yang awalnya hanya sekitar 240-an juta dollar menjadi 20-an milyar dollar setelah ditemukannya sumber-sumber minyak di negara tersebut. Sungguh suatu hal yang tidak masuk akal.

Apakah kolonialisme ini hanya menimpa negara-negara yang tidak memiliki sumber pendanaan? Bagaimana dengan Arab Saudi? Jawabnya tidak. Mereka membuat metode yang berbeda dalam kasus Arab Saudi tetapi pada prinsipnya sama menyedot habis kekayaannya. Silahkan baca bukunya lebihlanjut jika anda tertarik –harusnya anda tertarik dan wajib anda membacanya.

Kolonialisme menjelma dalam bentuknya yang baru. Lebih halus, lebih bersih, lebih unthinkable. Melalui kakitangan-kakitangannya yang tidak sadar. “NeoKolonialisme”, demikian Soekarno menyebutnya.