Arsip

Archive for the ‘Renungan’ Category

Menuju keAbadian

Aku mati sebagai mineral
Dan aku menjelma sebagai tumbuhan
Dan aku mati sebagai tumbuhan
Dan aku lahir kembali sebagai binatang
Dan kini menjadi manusia
Kenapa aku harus takut?

Maut tak pernah mengurangi sesuatu dariku
Sekali lagi, aku masih harus mati sebagai manusia
Dan lahir dari alam para malaikat
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat
Aku masih harus mati lagi

Karena kecuali Tuhan tak ada yang kekal abadi
Setelah kelahiranku sebagai malaikat
Aku masih harus akan menjelma lagi dalam bentuk yang tak kupahami

… Ah biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan, kasunyatan
Karena hanya dalam kasunyatan itu terdengar nyanyian mulia
Kepada-Nya kita semua akan kembali

Puisi Jamaludin Rumi yang dikirim per SMS oleh Seseorang kepada sahabat2nya, tiga hari sebelum perjalanannya ke dunia keabadian, Sabtu, 10 Februari 2007, pk 14.30

Categories: Renungan

Lalu kini dan yang akan datang

26 April 2007 cleevo Tinggalkan komentar

Sadarkah anda, bahwa kita bisa menjadi saksi atas peristiwa yang terjadi di masa lalu dan masa kini. Tidak perlu membuat mesin waktu untuk menikmatinya, dan ini juga bukan khayalan.

Cobalah anda keluar di malam hari, dan mendongaklah! Lihatlah bintang-bintang yang bercahaya bertebaran di langit. Pernahkah anda menyadari bahwa cahaya yang kita lihat bukanlah cahaya yang datang dimalam yang sama?Baik untuk bisa memahami, terlebih dahulu perlu anda ketahui, cahaya mempunyai kecepatan rambat 299.792.500 meter per detik sehingga dalam satu tahun ia akan menempuh jarak 9.460.000.000.000 kilometer. Baik, saat ini anda sudah tahu berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 detik, selanjutnya kita akan mencoba menghitung cahaya yang datang dari Bulan –benda langit, bukan bintang–, Matahari dan Bintang Alpha Centauri, yang merupakan Bintang terdekat.

Bulan, berjarak 384.400km dari bumi, dengan jarak sejauh ini ditempuh oleh cahaya dalam waktu 1,28 detik. Artinya cahaya bulan yang anda lihat malam ini, sebetulnya adalah cahaya 1,28 detik yang lalu. Kemudian matahari, yang berjarak 149.597.870km dari bumi. Waktu yang ditempuh cahaya dari matahari untuk sampai di bumi adalah 8,3 menit. lagi-lagi cahaya matahari yang anda lihat diwaktu siang adalah cahaya 8,3 menit yang lalu.

Sekarang coba anda dongakkan kepala anda ke langit selatan, dimana Alpha Centauri, bintang terdekat dengan tata surya kita berada, digugus bintang Centaurus. Jaraknya 40.681.156.000.000 km dari bumi. Sehingga cahaya yang yang dipancarkan Alpha Centauri menempuh jarak 4 tahun 4 bulan untuk sampai di bumi. Sekali lagi, ini artinya cahaya yang anda lihat malam ini di bintang alpha centauri adalah cahaya 4 tahun 4 bulan yang lalu.

Categories: Renungan