H5N1, Objek baru praktek Neokolonialisme
“Ternyata kapitalisme tidak hanya mengeksplorasi kekayaan alam negara sedang berkembang, tetapi juga mengeksploitasi kekayaan tubuh manusia dari bangsa-bangsa yang tidak berdaya. Mereka mengambil sel-sel tubuh kita, dan mengambil antibodi kita. Yang paling berbahaya, mereka telah mengambil sel-sel otak kita untuk direkayasa dengan cara berpikir mereka sehingga kita nurut saja apa perintahnya,” kata Menkes dalam sidang Inter-Govermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness, IGM-PIP. (kompas,30nov07)
Salut, inilah sosok seorang menteri yang berani memperjuangkan hak-hak yang bukan hanya masyarakat Indonesia tetapi juga negara-negara berkembang lainnya. Butuh keberanian luarbiasa untuk menghentikan pengiriman sampel virus H5N1 kepada WHO.
Penolakan yang memang didasari pada bukti adanya penyalahgunaan sampel virus. Oleh WHO, yang entah bagaimana caranya, strain virus Indonesia tsb sudah berada ditangan perusahaan farmasi yang kemudian melalui rekayasa teknologi dijadikan vaksin dan patennya menjadi milik si perusahaan. Vaksin ini akhirnya ditawarkan ke Indonesia dengan harga yang tinggi. Bahkan dikabarkan virus inipun berada di Laboratorium Nuklir Los Alamos Amerika.
Ada apa gerangan dengan H5N1???
Joe Hin Tjio, si pendobrak dalam dunia genom manusia
Pada tahun 1921, seorang Texas bernama Theophilus Painter melalui eksperimennya menyatakan bahwa manusia memiliki 24 kromosom. Ilmuwan lain yang mengulang eksperimennya dengan berbagai cara mengamininya. Selama 34 tahun tidak seorangpun yang membantah ¨fakta¨ ini.
Hingga pada tahun 1955, seorang INDONESIA bernama JOE HIN TJIO bersama koleganya Albert Levan menemukan bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom.
sumber: GENOM, kisah spesies manusia dalam 23 bab, Matt Ridley
Pemberantasan korupsi tebang pilih
“Pemberantasan korupsi sekarang ini sifatnya tebang pilih. Kebanyakan yang diincar adalah orang-orang dari penguasa sebelumnya.” Begitu opini yang banyak berkembang saat ini.
Mungkin bener tebang pilih, pilih yang gampang-gampang dulu lah. Tapi kalau alasannya disebut untuk mendiskreditkan penguasa sebelumnya, kurang tepatlah ya. Kayaknya ini lebih pada metode orang-orang tersebut yang kurang canggih. Bisa jadi mereka nggak bagi-bagi ke yang lain, dan kalau urusan yang satu ini kita tahulah siapa ahlinya
Setidaknya ini bisa menjadi shock therapy buat pejabat dan birokrat pemerintah.
Menuju keAbadian
Aku mati sebagai mineral
Dan aku menjelma sebagai tumbuhan
Dan aku mati sebagai tumbuhan
Dan aku lahir kembali sebagai binatang
Dan kini menjadi manusia
Kenapa aku harus takut?
Maut tak pernah mengurangi sesuatu dariku
Sekali lagi, aku masih harus mati sebagai manusia
Dan lahir dari alam para malaikat
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat
Aku masih harus mati lagi
Karena kecuali Tuhan tak ada yang kekal abadi
Setelah kelahiranku sebagai malaikat
Aku masih harus akan menjelma lagi dalam bentuk yang tak kupahami
… Ah biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan, kasunyatan
Karena hanya dalam kasunyatan itu terdengar nyanyian mulia
Kepada-Nya kita semua akan kembali
Puisi Jamaludin Rumi yang dikirim per SMS oleh Seseorang kepada sahabat2nya, tiga hari sebelum perjalanannya ke dunia keabadian, Sabtu, 10 Februari 2007, pk 14.30
Recommended book about Hajj
Dengan gaya penulisan seperti buku harian, membuat buku ini tidak membosankan untuk dibaca. Cara bertuturnya yang mengalir menyiratkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang berpengalaman. Kebanyakan buku tentang berhaji ditulis oleh laki-laki, sangat jarang yang ditulis oleh seorang perempuan, sehingga perspektif yang ditampilkanpun dari sudut pandang laki-laki.
Ditulis oleh seorang perempuan jurnalis, yang juga mengaku sebagai blogger. Bisa anda kunjungi disini